Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir telah menyebabkan genangan air dan banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota. Data terkini menunjukkan setidaknya enam kelurahan dan enam ruas jalan utama mengalami dampak yang cukup signifikan.
Wilayah Permukiman yang Terdampak
Berdasarkan laporan dari lapangan, berikut adalah rincian kelurahan yang mengalami genangan:
Jakarta Selatan
Di Kelurahan Pela Mampang, dua Rukun Tetangga (RT) terdampak dengan ketinggian air antara 40 hingga 70 sentimeter. Penyebabnya adalah kombinasi antara curah hujan tinggi dan luapan dari Kali Mampang.
Kelurahan Cilandak Timur mencatat tiga RT terdampak, dengan genangan cukup dalam mencapai 50 hingga 100 cm akibat luapan Kali Krukut.
Wilayah Bintaro mengalami banjir di delapan RT dengan ketinggian air 40-70 cm, dipicu oleh luapan Kali Pesanggrahan. Sementara itu, Kelurahan Pesanggrahan sendiri melaporkan sembilan RT terdampak dengan genangan 30-60 cm, bersumber dari luapan Kali Uangan.
Dampak paling parah tercatat di Kelurahan Petukangan Utara, di mana sepuluh RT terendam dengan ketinggian air mencapai 100 cm akibat luapan Kali Uangan. Satu RT di Kelurahan Ulujami juga terdampak dengan genangan setinggi 90 cm dari sumber yang sama.
Jakarta Barat
Kelurahan Joglo melaporkan genangan di dua titik jalan, sedangkan Kelurahan Srengseng juga terdampak.
Ruas Jalan yang Tergenang
Selain permukiman, arus lalu lintas juga terganggu akibat genangan di beberapa ruas jalan strategis:
1. Jalan Gaya Motor Raya di Kelurahan Kebon Bawang, Jakarta Utara, tergenang setinggi 30 cm.
2. Jalan Strategi Raya, Kelurahan Joglo, Jakarta Barat, dengan ketinggian air 30 cm.
3. Jalan Basoka Raya, juga di Kelurahan Joglo, Jakarta Barat, tergenang 40 cm.
4. Jalan Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat, dengan genangan 20 cm.
5. Jalan Ciledug Raya (depan Pom Bensin Shell), Kelurahan Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, tergenang 30 cm.
6. Jalan Pondok Karya, Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan, mengalami genangan terdalam di kategori jalan, yaitu 60 cm.
Analisis Penyebab
Pola yang terlihat jelas menunjukkan bahwa mayoritas banjir ini disebabkan oleh dua faktor utama yang beriringan: curah hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang panjang, dan luapan dari beberapa sungai atau kali yang melintasi Jakarta, seperti Kali Mampang, Krukut, Pesanggrahan, dan Uangan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kapasitas saluran dan sungai sudah tidak lagi mampu menampung volume air yang datang secara bersamaan dari hujan lokal dan air kiriman dari daerah aliran sungai (DAS) di hulu.
Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan infrastruktur drainase dan pengendalian banjir di ibu kota, terutama saat menghadapi fenomena cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari pihak berwenang.