Kehadiran TNI di Sidang Nadiem Makarim Tuai Pertanyaan Hakim

Kehadiran TNI di Sidang Nadiem Makarim Tuai Pertanyaan Hakim

Bandar Toto Macau — Kehadiran sejumlah anggota TNI di ruang sidang menarik perhatian majelis hakim dalam persidangan dakwaan terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. Sidang yang membahas kasus pengadaan laptop Chromebook ini mencatatkan fenomena yang tidak biasa, di mana personel militer hadir tanpa panggilan resmi dari pengadilan dan bukan sebagai pihak yang terlibat langsung dalam perkara.

Kehadiran yang Menimbulkan Tanda Tanya

Menurut penjelasan dari pihak TNI, kehadiran mereka di ruang sidang merupakan bentuk koordinasi dan sinergi yang diminta oleh Jaksa Penuntut Umum. Hal ini dianggap sebagai langkah luar biasa, mengingat sidang perdata atau pidana umumnya tidak melibatkan pengamanan khusus dari militer tanpa instruksi langsung dari hakim ketua sidang.

Klaim Kejaksaan Agung

Menanggapi situasi tersebut, Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Riono Budisantoso, memberikan klarifikasi. Riono menyatakan bahwa kehadiran personel TNI merupakan bagian dari rangkaian pengamanan untuk jaksa penuntut.

“Yang saya tahu, pengamanan dari TNI sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Hal ini dilakukan setelah penilaian risiko menunjukkan adanya kebutuhan untuk itu,” ujar Riono kepada media pada Selasa, 6 Januari 2026.

Skema Pengamanan yang Lebih Luas

Riono menambahkan bahwa keterlibatan pengamanan oleh prajurit TNI tidak hanya terbatas pada kegiatan persidangan. Menurutnya, dukungan tersebut juga berlaku untuk berbagai aktivitas lain Kejaksaan yang dinilai memerlukan keterlibatan unsur militer.

“Bukan saja untuk persidangan, tapi juga untuk kegiatan lain dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan,” pungkasnya.

Penjelasan ini memberikan konteks yang lebih luas, meskipun tetap menyisakan pertanyaan mengenai standar protokol dan eskalasi pengamanan dalam proses hukum yang melibatkan pejabat tinggi negara.