TVTOGEL — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan untuk mengubah mekanisme pemusnahan pakaian bekas ilegal yang disita Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa barang-barang selundupan tersebut tidak lagi akan dimusnahkan dengan cara dibakar, melainkan dicacah agar bisa dimanfaatkan kembali.
Purbaya menjelaskan bahwa perubahan metode ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta agar pakaian bekas hasil penyitaan tidak dibiarkan terbuang sia-sia dan justru dapat diolah kembali.
Menurut Purbaya, gagasan pencacahan ini sebenarnya sudah pernah diusulkan oleh Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI). Dengan adanya dukungan dari Presiden, Kemenkeu berencana berdiskusi lebih lanjut dengan AGTI agar para pengusaha di asosiasi tersebut bisa mengambil peran dalam proses pencacahan.
Ia menyebutkan bahwa beberapa pelaku industri telah menyatakan kesiapan untuk terlibat, dan pembahasan resmi dijadwalkan berlangsung pekan depan. Dengan demikian, pakaian yang menumpuk di berbagai gudang dapat segera dikeluarkan dan diolah menjadi bahan baku industri seperti benang dan material tekstil lainnya.
Hasil cacahan ini nantinya tidak hanya dimanfaatkan oleh industri garmen, tetapi sebagian juga akan dijual dengan harga terjangkau kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Untuk pendistribusiannya, Kemenkeu akan bekerja sama dengan Kementerian UMKM di bawah Menteri Maman Abdurrahman, yang memiliki data pelaku usaha di tingkat akar rumput.
Purbaya berharap metode baru ini dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan mengurangi beban anggaran pemerintah. Ia menuturkan bahwa selama ini proses pemusnahan pakaian ballpress cukup memakan biaya. Satu kontainer barang sitaan saja membutuhkan anggaran sekitar Rp12 juta untuk dimusnahkan, sementara pelaku penyelundupan sering kali tidak dapat dikenai denda.
Dengan pencacahan dan daur ulang, hasil sitaan DJBC sepanjang 2024–2025 yang mencapai 1.720 ton atau sekitar 8,6 juta lembar pakaian diharapkan bisa memberikan manfaat nyata, sekaligus mengurangi kerugian negara karena biaya pemusnahan.